Kalau ditanya kapan mulai tertarik dengan DIY rumah, jawabannya sederhana: ketika rumah terasa lebih hidup kalau kita isi dengan jejak kerja tangan sendiri. Bukan soal hasil akhirnya saja, tapi prosesnya juga membawa kita untuk melihat ruang sekitar dengan mata yang berbeda. Gue mulai dari hal-hal kecil: sebuah pot tanaman yang dicat ulang, rak kayu sederhana dari crate bekas, atau belang-belang lilin aroma yang gue buat sendiri. Ternyata dekorasi rumah tak selalu harus mahal atau rumit; kadang kita hanya perlu niat untuk memulai, lalu membiarkan ide berkembang sambil berjalan pelan-pelan. Ide-ide sederhana ini bisa jadi gerbang ke kebiasaan baru yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan penuh cerita pribadi.
Informasi Ringkas: Ide Dekor Sederhana yang Rumahmu Butuhkan
Pertama-tama, dekorasi sederhana tidak identik dengan kehilangan gaya. Justru sebaliknya: karena kita menjejaki hal-hal yang tidak terlalu rumit, kita punya ruang untuk bereksperimen. Contoh kecil: rak dari kotak kayu bekas yang dicat putih, lalu diberi beberapa lipatan tali untuk pegangan. Atau pot tanaman dari botol kaca yang diberi label dengan spidol putih permanen agar terlihat rapi. Ganti tirai murah dengan kain bekas yang dicuci bersih dan dipotong sesuai ukuran jendela; tambahkan lampu LED kecil sebagai aksen cahaya hangat di malam hari. Kuncinya, pilih satu dua elemen inti—misalnya warna cat netral dengan satu warna aksen yang konsisten—supaya ruang terasa teduh tanpa terlihat berantakan. Juga, lipat satu urutan langkah: mulai dengan satu proyek kecil per bulan, biar tidak kewalahan. Gue sendiri suka mulai dari hal-hal yang bisa selesai dalam weekend: menggambar label pada toples, menata kursi tua menjadi tempat duduk santai di pojok baca, atau membuat hiasan dinding dari kertas daur ulang.
Untuk memberi sentuhan personal tanpa repot, manfaatkan barang-barang yang sudah ada. Misalnya menumpuk beberapa buku lama dan menambahkan tanaman kecil di atasnya sebagai shelf mini, atau menempelkan washi tape pada bingkai foto untuk menambah karakter tanpa harus mengecat ulang semua bingkai. Warna-warna lembut seperti krem, abu-abu, putih, dan hijau sage bekerja dengan mudah sebagai dasar, lalu tambahkan satu warna kontras yang bisa diubah-ubah kapan saja. Perabotan kecil yang multifunctional juga menolong: sebuah meja karena bisa berfungsi sebagai tempat kerja ringan siang hari dan meja makan kecil saat santai sore. Hal-hal seperti ini membuat dekorasi terasa ‘bercerita’, bukan sekadar hiasan kosong.
Opini Jujur: Journaling sebagai Terapi Ruang Domestik
Di balik semua ide fisik ini, ada satu praktik yang menurut gue sering terabaikan: journaling. Gue bukan tipe yang terlalu detil, tapi mencatat perubahan kecil di rumah membantu kita melihat progres yang sering terlewat. Mulai dari kode warna satu ruangan, cat apa yang dipakai, sampai bagaimana suasana hati saat menata ulang sudut baca. Journaling menjadi terapi kecil: ketika mold-om weker dari harian bekerja keras, kita punya catatan sederhana untuk menimbang mana yang benar-benar perlu diubah dan mana yang bisa dibiarkan. Gue sempet mikir, “apakah dekor rumah ini hanya soal estetika?” Ternyata tidak. Ini tentang bagaimana kita memberi ruangan tempat bernapas, bagaimana kita merawat hal-hal kecil yang memberi kenyamanan. JuJur aja, kadang aku menuliskan hal-hal yang terasa baru setelah melakukan satu proyek sederhana. Catatan itu membuat ide-ide berikutnya terasa lebih jelas dan terstruktur.
Selain itu, journaling juga bisa berbentuk mood board versi kata-kata. Alih-alih menekan tombol “save” di layar, kita menempatkan potongan gambar dan warna yang menginspirasi ke dalam jurnal fisik atau digital. Dalam prosesnya, kita tidak hanya menata ruang, tetapi juga menata ritme hidup: kapan waktunya membersihkan, kapan saatnya menata ulang, kapan menambah tanaman hijau kecil untuk menyegarkan udara—semua tercatat, semua terasa nyata. Gue tidak bisa membandingkan diri dengan dekorator profesional, tapi gue bisa menuliskan bagaimana setiap perubahan membuat rumah terasa lebih ‘aku’, dan itu cukup berarti.
Lucu-Lucu Satis: Proyek DIY yang Bikin Rumah “Hah, Aku Bisa!”
Proyek kecil pun bisa memberi kepuasan besar. Contoh favorit gue: mengubah pot-pot plastik bekas menjadi pot yang cantik lewat cat semprot dan stiker tembus pandang. Hasilnya sederhana, tapi mata melihat perubahan yang jelas. Proyek lain adalah membuat papan label untuk dapur dari papan kayu bekas dan tulisan tangan dengan kapur. Frasa sederhana seperti “Gula, Teh, Tepung” di rak dapur bisa membuat hari terasa lebih terorganisir dan lucu pada saat yang sama. Gue juga suka membuat kursi baca dari kursi kayu lama yang direfinishing, lalu menambahkan bantal-bantal anyaman yang hasilnya bisa diganti sesuai mood. Bagi gue, momen-momen kecil ini tak hanya mempercantik ruang, tetapi juga memberi rasa bangga karena kita yang menciptakannya. Dan ya, kadang hal-hal kecil itu membuat orang di rumah mengangguk setuju dengan senyum tipis. Bahkan kucing pun kadang mengira itu mainan baru, yang membuat momen DIY jadi semakin menghibur.
Kalau kamu mencari inspirasi, ada sumber-sumber yang bisa kamu cek secara santai tanpa tekanan. Gue kadang meluangkan waktu satu-dua jam untuk menelusuri blog maupun instagram tentang dekorasi rumah yang mengutamakan DIY sederhana. Salah satu sumber yang gue suka adalah nanetteslittlenook, yang menawarkan ide praktis dengan pendekatan hangat dan ramah anggaran. Kamu bisa melihat bagaimana hal-hal kecil bisa menjadi pintu masuk untuk proyek yang lebih besar, atau sekadar memberi ide cuci mata untuk memperbaiki satu sudut ruangan yang kurang sreg.
Akhirnya: Mengintegrasikan Kerajinan Tangan dengan Kehidupan Sehari-hari
Intinya, Kisah DIY Rumah bukan sekadar tentang bagaimana ruangan terlihat lebih indah, melainkan bagaimana kita menanamkan cerita pribadi ke setiap sudutnya. Mulailah dari hal-hal kecil, biarkan waktu bekerja, dan biarkan journaling menuntun pilihanmu. Dengan begitu, dekorasi tidak lagi terasa asing atau beban, melainkan bagian dari rutinitas yang membawa kebahagiaan. Lakukan satu proyek kecil—matuhi anggaran, gunakan barang yang ada, dan biarkan warna-warna memandu suasana hati. Pada akhirnya, rumah yang kita cintai adalah rumah yang kita buat bersama pukulan waktu: pelan, sederhana, namun penuh cerita. Gue berharap kisah ini bisa jadi teman untuk kamu memulai, atau setidaknya memikirkan bagaimana kamu ingin menata ruangmu sendiri dengan gaya santai dan personal. Selamat mencoba, dan biarkan ide-ide kecil itu berkembang menjadi kenyamanan yang tahan lama.
Kunjungi nanetteslittlenook untuk info lengkap.