Mengenal DIY Rumah: Ide Dekorasi Sederhana, Journaling, dan Kerajinan Tangan
Aku mulai coba DIY rumah sebagai cara merawat diri sendiri tanpa harus ikut arus tren interior yang bikin dompet meringis setiap bulan. Rumah bagi aku bukan gudang barang-barang baru, melainkan kanvas hidup yang bisa kita ubah sedikit demi sedikit. Aku bukan ahli desain; aku cuma orang biasa yang ingin ruangan terasa hidup tanpa harus menambah beban pikiran. Dalam beberapa bulan terakhir, aku menemukan tiga pilar yang bikin segalanya terasa lebih ringan: ide dekorasi sederhana yang gampang dicapai, journaling sebagai alat pengatur rencana, dan kerajinan tangan yang membuat tangan tetap lincah meski hujan di luar. Karena pada akhirnya, DIY rumah itu soal bagaimana kita memberi sentuhan pribadi tanpa kehilangan kenyamanan sehari-hari.
Ruang Tamu Jadi Galeri Pribadi
Aku mulai dari satu dinding yang terasa sunyi. Dekorasi sederhana bagiku adalah kombinasi antara barang-barang yang punya cerita dan teknik yang tidak bikin kita kewalahan. Warna netral dengan aksen hangat membuat ruangan terasa luas dan ramah, bukan seperti galeri ayam kampung. Aku pakai rak terbuka supaya ada ‘cerita’ yang bisa berganti setiap bulan: mug bekas yang dicat ulang, buku lama yang dibuka sebagai latar, atau tanaman kecil yang merawat udara di ruangan itu.
Aku juga suka main dengan tekstur tanpa harus membeli furnitur baru. Misalnya, tirai tipis dari kain bekas yang dicuci ulang memberi nuansa lembut, sementara lampu gantung sederhana dari botol kaca bisa jadi titik fokus tanpa perlu instalasi rumit. Kadang-kadang, hal-hal kecil seperti label pada toples bumbu atau pegangan pintu yang diganti dengan warna berbeda bisa membawa karakter baru ke ruangan, tanpa bikin kita merasa rumah seperti showroom. Humor kecilku: dekorasi terbaik sering muncul setelah kita tertawa sambil menyesuaikan posisi lampu karena kap lampu menghadap ke arah yang tidak kita inginkan.
Journaling Rumah: Catatan Hari-Hari Setempat
Journaling buatku lebih dari sekadar curhat harian; dia penata rencana proyek DIY agar tidak melenceng dari tujuan awal. Aku pakai versi sederhana bullet journal: daftar tugas mingguan untuk projek rumah, mood ruangan, serta ide-ide kecil yang bisa direalisasikan akhir pekan. Hal-hal kecil seperti “siapkan cat akrilik 2 warna untuk aksen dinding” atau “ukur ulang rak buku supaya muat buku favorit” jadi panduan konkret. Dengan menulis, ide-ide yang biasanya menghilang begitu saja bisa kembali muncul saat kita membutuhkannya.
Journaling juga menghindarkan kita dari pembelian impuls. Ketika aku tergoda membeli semua warna cat untuk satu ruangan, aku menulis: “batasin dulu, cukup satu warna utama + satu aksen.” Kadang ada catatan lucu tentang kejadian di rumah, seperti “cat tembok bau sedap menjadi ciri rumah modern atau sekadar bau nggak jelas yang bikin tetangga penasaran.” Dan iya, aku sering menyisipkan referensi visual kecil—sketsa dinding, contoh palet warna, atau foto mood board—agar ide tetap hidup saat kita memulai proyek.
Salah satu inspirasinya bisa kalian lihat di nanetteslittlenook. Mungkin kalian bakal menemukan gagasan yang pas untuk diterapkan di rumah masing-masing dengan sentuhan pribadi.
Kerajinan Tangan: Projek Kilat yang Tetap Oke
Kerajinan tangan buatku awalnya terasa menakutkan karena asosiasinya dengan alat berat dan keahlian khusus. Ternyata, projek kilat yang ramah dompet itu ada banyak: membuat coaster kain, mengubah pot plastik menjadi pot tanaman yang unik, atau lampu sederhana dari botol kaca bekas. Semua itu bisa selesai dalam satu weekend, tanpa drama teknis yang bikin kepala pusing. Yang penting adalah memulai dari hal kecil dan menikmati prosesnya, bukan sekadar hasil akhirnya.
Projek kerajinan lain yang sangat membantu mood adalah membuat organizer dari kardus bekas, yang dilapis kain cantik agar nampak rapih, atau membuat hiasan dinding dari kertas sisa yang diberi sentuhan warna. Kekuatan DIY di sini adalah kamu bisa menyesuaikan proyek dengan waktu yang kamu punya, tanpa harus menunda terlalu lama. Dan jika ada hasil yang tidak sesuai ekspektasi, kita bisa tertawa saja: biasanya itu tanda kita sedang mencoba hal baru dan belajar menyesuaikan teknik yang kita pakai.
Akhir Kata: Langkah Pertama untuk Mood DIY
Kalau kamu masih ragu mulai, tenang saja. Mulai dari satu ruangan kecil, cat satu dinding dengan warna yang kamu suka, atau buat satu proyek kerajinan tangan yang bisa langsung jadi pakai. Rumah adalah cerita yang kita tulis setiap hari, bukan semesta yang harus kita taklukkan. Kita tidak perlu menunggu inspirasi besar untuk memulai; ide-ide kecil yang konsisten bisa membentuk ruangan yang nyaman dan personal. Dan kalau ada kegagalan, tertawalah—karena itulah bagian dari proses kreatif. Yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk mencoba, sedikit humor, dan langkah kecil yang membuat rumah kita terasa lebih manusiawi.