Dekorasi Sederhana di Rumah dengan Journaling dan Kerajinan Tangan

Sedikit kopi, sedikit waktu, dan ide kreatif yang sederhana bisa mengubah ruangan jadi terasa lebih hidup tanpa perlu renovation besar. Aku percaya dekorasi rumah gak selalu soal belanja item baru yang mahal, melainkan bagaimana kita menggabungkan journaling dan kerajinan tangan untuk menambah karakter pada setiap sudut rumah. Sesuatu yang dulu hanya coretan di buku catatan bisa jadi panduan visual untuk ruang tamu, kamar tidur, atau meja kerja. Yuk, kita mulai dengan langkah ringan yang bisa kamu ikuti sekarang.

Informasi praktis: Mulai dari mana dekorasi sederhana

Pertama-tama, tentukan mood ruangan yang ingin kamu wujudkan. Apakah kamu ingin nuansa tenang ala spa kecil, atau justru energi hangat yang bikin pagi-pagi semangat? Pilih palet warna yang sederhana: ada baiknya pakai satu warna utama dan satu dua aksen untuk menghindari ruangan terlihat gelap atau berantakan. Contoh sederhana: putih krem sebagai dasar, dengan aksen hijau daun dan karamel muda. Selanjutnya, manfaatkan barang bekas yang ada di rumah. Botol kaca bekas minyak, baki kayu yang tidak terpakai, atau bingkai foto lama bisa diubah jadi elemen dekoratif tanpa harus membeli barang baru. Jangan remehkan benda kecil: secarik kertas warna, tali rajut, atau stiker bisa jadi pendorong besar untuk suasana keseluruhan. Terakhir, rencanakan waktu transaksi dekorasi ini. Sisihkan 1–2 jam seminggu untuk merapikan, menata ulang, atau menambahkan sedikit detail. Dekorasi yang hidup bukan soal inovasi besar tiap hari, melainkan konsistensi kecil yang bikin ruangan terasa personal.

Saat menata, pikirkan juga fungsi. Ruangan tidak hanya perlu cantik di foto, tetapi juga nyaman dipakai. Letakkan elemen yang mengundang kamu untuk duduk, menulis, atau minum kopi sambil melihat cahaya matahari. Misalnya, sebuah keranjang kecil dekat sofa untuk menyimpan barang kecil yang sering hilang (kunci, koin, remote). Atau sebuah papan cork di dinding dekat meja kerja untuk menempelkan catatan-catatan visual yang jadi referensi dekor. Dan selalu ingat: dekorasi bukan kompetisi. Kamu boleh mengulang elemen yang sama di beberapa sudut ruangan jika itu membuat nuansanya “satu cerita”.

Kalau kamu mencari sumber inspirasi visual yang ramah tangan, kamu bisa melihat contoh-contoh journaling dan kerajinan tangan yang cantik di internet. Untuk referensi gaya yang sedikit berbeda, lagi-lagi kita bisa belajar dari berbagai praktik kreatif yang menggabungkan tulisan dengan gambar. Sekali lagi, tidak perlu semuanya sempurna sejak awal. Yang penting adalah kamu menikmati prosesnya, dan ruangan itu akhirnya mencerminkan dirimu.

Ruang santai: Journaling sebagai dekor yang hidup

Journaling sebenarnya bisa jadi dekorator utama rumahmu tanpa terlihat “berlebihan”. Ambil sebuah jurnal berkat ukuran sedang, tempelkan sampul cantik, lalu mulailah dengan satu halaman berisi mood dekor bulanan. Tempatkan jurnal itu di rak rendah atau meja samping, sehingga setiap kali kamu duduk, kamu bisa menoleh ke arah halaman-halaman yang menuntun cara menata ruangan selanjutnya. Kamu bisa menambahkan kolom catatan kecil tentang item dekor yang kamu beli, atau tentang mengapa warna tertentu terasa cocok untuk bulan itu. Bahkan, kamu bisa menempelkan foto-foto inspirasi yang memantapkan gaya keseluruhan ruangan.

Kalau ingin menggabungkan journaling dengan elemen fisik, buatlah papan catatan kecil (vision board) dari karton atau kain di atas dinding. Tempelkan potongan majalah, sketsa, atau potret barang yang kamu suka. Gunakan label warna untuk kategori: “tanaman”, “tekstur kain”, “cahaya”, atau “aroma”. Kamu juga bisa menuliskan prompt sederhana di jurnal, seperti “3 hal yang membuat rumah lebih tenang hari ini” atau “satu benda yang membuat ruangan terasa lebih hidup”. Prompt seperti itu tidak hanya menambah unsur dekoratif, tetapi juga membantu menjaga suasana ruangan tetap relevan dengan keadaanmu. Dan ya, media tulis-menulis bisa menjadi bagian dari tampilan estetika: pena warna-warni, stiker tipis, atau washi tape bisa dipakai untuk menambah detail yang ramah mata.

Salah satu cara yang praktis adalah memanfaatkan aneka post-it warna-warni sebagai dekor sementara. Tempelkan di sisi kulkas, di samping tempat tidur, atau di lemari kecil. Tuliskan kata-kata penyemangat singkat, daftar hal yang kamu syukuri, atau kutipan lucu yang mengingatkanmu untuk berhenti sejenak dan meresapi momen. Dekorasi seperti ini mudah diubah setiap minggu tanpa meninggalkan bekas besar pada ruangan. Dan kalau kamu butuh memandu gaya yang lebih visual, ada banyak akun blog dan situs yang menampilkan kombinasi journaling dengan desain interior yang menginspirasi. Untuk referensi visual, kunjungi nanetteslittlenook secara natural sebagai acuan gaya maupun teknik journaling yang lebih terstruktur.

Nyeleneh: Ide-ide kecil tapi bikin rumah nyaman

Kalau kamu suka sentuhan yang sedikit nyeleneh, coba tambahkan elemen DIY yang tidak terlalu “berat” namun memberi karakter kuat. Misalnya, decoupage pada wadah kaca bekas untuk menyimpan pensil, kuas, atau tanaman mini. Tempelkan gambar-gambar kecil di bagian dalam bingkai kaca untuk tampilan seperti kotak-kotak waktu. Manfaatkan kain sisa untuk jahit bingkai sederhana di dinding, atau buat kolase kain di atas papan kayu sebagai headboard sofa kecil. Kreativitas kecil seperti ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberi kesan handmade yang hangat.

Ide lain yang ringan tapi efektif: gunakan botol kaca bekas sebagai vas bunga gantung dengan tali simpul. Atau buat komposisi jar/jarrah dengan beberapa botol transparent yang diisi pasir berwarna, batu halus, atau potongan kertas origami yang diikat rapi. Tekstur beragam—kain lembut, kayu, kaca—tetap bekerja bersama-sama untuk memberi dimensi pada ruangan. Dan kalau kamu lagi ingin sesuatu yang lucu, tambahkan figurin kecil atau hiasan unik di sudut-sudut yang jarang terlihat. Rumah tidak selalu harus formal; kadang, kenyamanan datang dari kejutan kecil yang bikin kita tersenyum tiap kali melewatinya.

Dekorasi sederhana dengan journaling dan kerajinan tangan adalah tentang menemukan keseimbangan antara fungsi, keindahan, dan kepribadianmu. Prosesnya tidak perlu rumit; cukup mulai dari hal-hal kecil, kemudian biarkan ruangan berkembang bersamaan dengan dirimu. Nikmati setiap langkahnya: menulis, memotong, memetik warna, dan melihat bagaimana benda-benda sederhana bisa menggeser suasana. Pada akhirnya, rumah yang nyaman adalah rumah yang bercerita—cerita tentang kita, halaman demi halaman, dengan noda tinta kecil yang justru menambah kehangatan. Selamat mencoba, dan semoga setiap sudut ruangan menjadi tempat yang kamu suka kunjungi setiap hari.